KOMUNIKATIF - Dirjen PAUDNI, Prof Dr Lydia Freyani Hawadi, Psikolog (Tengah) mengajak bernyanyi anak-anak PAUD Mandiri Jaya.
Hal itu disampaikannya ketika berkunjung ke lembaga PAUD Mandiri Jaya di Dusun II Desa Aeknatolu Jaya Kecamatan Lumbanjulu, Kabupaten Toba Samosir.
Dia berharap hendaknya ada minimal satu lembaga PAUD setiap satu desa.
“Saya berharap agar kepala desa mau membuat anggaran untuk mendirikan
lembaga PAUD. Sekecil apa pun anggarannya tolong dibuat jangan sampai
PAUD dilupakan,”ujarrya.
Dijelaskannya pula, bahwa PAUD adalah amanat dari Deklarasi Dakar
sehingga perlu diimplementasikan. “Masyarakat tidak tahu kalau anak usia
dini adalah usia emas, dan pemerintah pusat ingin mempersembahkan anak
yang cerdas dan kompetitif pada saat menyambut 100 tahun Indonesia
merdeka tahun 2045 mendatang,” paparnya.
Untuk itu, Dia minta kepada semua pihak terutama Bunda PAUD Kabupaten
Toba Samosir, memiliki komitmen besar terhadap masa depan anak.
“Anggaran pusat memang ada tapi sedikit sehingga diperlukan kerjasama
antara pemerintah daerah provinsi, pemerintah daerah kabupaten
dan Bunda PAUD untuk berjuang di DPRD untuk pembangunan pendidikan anak
usia dini ini,” katanya.
Jika tidak, ujar Dirjen PAUDNI Prof. Dr. Lydia
Freyani Hawadi, Psikolog, berapa tahun lagi APK PAUD bisa tuntas.
“Apalagi jumlah bayi yang lahir 3,5 juta jiwa setiap tahunnya dan ini
akan menjadi persoalan bangsa,” ungkapnya.
Sementara itu, Direktur Pembinaan PAUD Dr Erman Syamsuddin yang ikut
mendampingi Dirjen PAUDNI Prof Dr Lydia Freyani Hawadi, Psikolog,
menjelaskan, Gedung PAUD Mandiri Jaya ini dibangun Bank Dunia sebesar
Rp. 139.730.800, terdiri dua lokal di tambah satu lokal di gedung
yang bersebelahan. Jumlah muridnya ada 60 orang dengan dua orang
guru. “Bank Dunia sampai saat ini sudah membantu membangun 51 lembaga
PAUD di seluruh Indonesia,”pungkasnya.(*/dyt/day, Radar Banjar, 17.9)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar